REPUBLIEX

REPUBLIEX

Senin, 07 November 2011

GIZI BURUK

         Gizi buruk di Polewali Mandar terlaporkan Januari s/d Juni 2011 adalah 63 kasus (47 marasmus, 2 kwashiorkor, 14 Marasmus-kwashiorkor). Adalah laporan dari Penanggung Jawab Program Perbaikan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, yang penulis kumpulkan sebagai laporan bulanan untuk pengisian Bank Data Depkes RI dalam jaringan Siknasonline. Ketika Data ini penulis konfirmasi kepada penanggung jawab programnya, “Begitulah laporan yang dikirimkan Petugas Gizi Puskesmas” dan ketika penulis mencoba mengkonfirmasikan kepada petugas gizi puskesmas “Apakah gizi buruk dengan gejala klinis marasmus dan kwashiorkor telah dilakukan investigasi oleh petugas Survailans dan Penanggung jawab Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar ? serta “apakah  setiap satu gizi buruk dengan gejala klinis marasmus, kwashiorkor dan marasmus-kwashiorkor dinyatakan sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa)? Jawab sang petugas gizi puskesmas, saya cuma melaporkan kasus yang ada dan gizi buruk ini Cuma kejadian yang biasa saja (Penulis: bukan KLB). Penulis tidak mengetahui dengan pasti “Apa sebenarnya yang terjadi dalam pelaksanaan Program Perbaikan Gizi di Kabupaten Polewalu Mandar? bisa jadi ini adalah kesalahan dalam sistem pencatatan dan pelaporan yang tidak dikelola dengan baik dan benar, atau bisa jadi juga kesalahan dalam interpretasi  penetapan status gizi buruk. Namun demikian Rencananya penulis akan melakukan investigasi lebih lanjut terhadap permasalahan gizi buruk ini.
Sebenarnya terjadinya Kurang Energi Protein pada seseorang selalu diawali dengan adanya kelaparan. ——-apakah telah terjadi kelaparan di Polewali Mandar ? Mustahil——–Pada tubuh seseorang yang tidak makan dengan layak biasanya akan muncul adanya sensasi lapar, yang menunjukkan intake makanan telah kurang dari yang dibutuhan tubuh. Secara fisiologis dalam keadaan lapar yaitu bila lambung kosong dalam waktu lama, akan terjadi kontraksi peristaltik ritmis yang merupakan gelombang pencampur tambahan pada korpus lambung. Jika gelombang pencampur sangat kuat akan menimbulkan kontraksi tetani yang terus-menerus 2-3 menit, paling kuat terjadi pada orang muda sehat, — pada anak-anak tidak terlalu terasa—— kemudian kadar gula darah akan turun sampai tingkat yang rendah. Dan kemudian setelah  3-4 hari makan terakhir muncul sensasi sakit  berupa perih karena lapar.

Gejala Klinis M

Gejala Klinis dari Marasmus 

Gejala Klinis Kurang Energi Protein (KEP) dari marasmus adalah
  1. Wajah seperti orang tua
  2. Cengen dan Rewel
  3. Sering disertai: peny. infeksi (diare, umumnya kronis berulang, TBC)
  4. Tampak sangat kurus (tulang terbungkus kulit)
  5. Kulit keriput, jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada (~pakai celana longgar-baggy pants)
  6. Perut cekung
  7. Iga gambang

Gejala Klinis  Kwashiorkor

Gejala Klinis Kurang Energi Protein (KEP) dari kwashiorkor adalah
  1. Rambut tipis, merah spt warna
  2. Edema (pd kedua punggung kaki,  bisa seluruh tubuh)
  3. rambut jagung, mudah dicabut tanpa rasa sakit, rontok
  4. Kelainan kulit (dermatosis)
  5. Wajah membulat dan sembab
  6. Pandangan mata sayu
  7. Pembesaran hati
  8. Sering disertai: peny. infeksi akut,  diare, ISPA dll
  9. Apatis & rewel
  10. Otot mengecil (hipotrofi),

Gejala Klinis Marasmus-Kwashiorkor

Gejala Klinis Kurang Energi Protein (KEP) dari Marasmus-kwashiorkor   pada dasarnya adalah campuran dari  gejala marasmus dan kwashiorkor, cirri khas yang dapat terlihat secara klinis yakni :
  1. Beberapa gejala klinik marasmus,  terlihat sangat buruk dalam hal Berat Badan (BB/U)  berada dibawah < -3 SD dan bila di konfirmasi dengan BB/TB  dikategorikan sangat kurus: BB/TB < – 3 SD).
  2. Kwashiorkorm secara klinis terlihat disertai edema yang  tidak mencolok pada kedua punggung kaki

arasmus-Kwashiorkor

Gejala Klinis Kurang Energi Protein (KEP) dari Marasmus-kwashiorkor   pada dasarnya adalah campuran dari  gejala marasmus dan kwashiorkor, cirri khas yang dapat terlihat secara klinis yakni :
  1. Beberapa gejala klinik marasmus,  terlihat sangat buruk dalam hal Berat Badan (BB/U)  berada dibawah < -3 SD dan bila di konfirmasi dengan BB/TB  dikategorikan sangat kurus: BB/TB < – 3 SD).
  2. Kwashiorkorm secara klinis terlihat disertai edema yang  tidak mencolok pada kedua punggung kaki
Anak-anak gizi buruk dengan tanda-tanda klinis ini dapat di deteksi keKurangan  Energi Proteinnya  melalui
  1. Penimbangan bulanan di Posyandu termasuk upaya-upaya kejar timbangnya
  2. Surveilens gizi/KLB Gizi Buruk
  3. Manajemen Terpadu Balita Sakit
  4. Poliklinik KIA/Tumbuh Kembang
Tidak jarang hasil deteksi Gizi Buruk  pada anak dikarenakan telah terjadi gagal pertumbuhan yang penyebabnya hanya karena kurang perhatian dan pedulinya orang tua terhadap tumbuh-kembang sang anak. Dari hasil penelitian ahli tumbuh kembang anak, ada empat alasan mengapa terjadi gagal pertumbuhan yaitu
  1. Bayi tidak cukup mendapat makanan, khususnya makanan pendamping
  2. Anak-anak memerlukan kata-kata lembut dan sentuhan-sentuhan penuh kasih sayang yang dapat merangsang peningkatan hormon pertumbuhan dan daya tahan tubuh.
  3. Bayi bertambah aktif ketika mulai belajar berjalan.  Kebutuhan makanan perlu ditambah, namun banyak ibu tidak memberikan tambahan. Output tidak sesuai dengan input
  4. Penyakit dan infeksi mempengaruhi penggunaan zat gizi dalam makanan. Selain itu juga menyebabkan nafsu makan berkurang sehingga zat makanan yang masuk dalam tubuh sedikit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar