Sebenarnya terjadinya Kurang Energi Protein pada seseorang selalu diawali dengan adanya kelaparan. ——-apakah telah terjadi kelaparan di Polewali Mandar ? Mustahil——–Pada
tubuh seseorang yang tidak makan dengan layak biasanya akan muncul
adanya sensasi lapar, yang menunjukkan intake makanan telah kurang dari
yang dibutuhan tubuh. Secara fisiologis dalam keadaan lapar yaitu bila
lambung kosong dalam waktu lama, akan terjadi kontraksi peristaltik
ritmis yang merupakan gelombang pencampur tambahan pada korpus lambung.
Jika gelombang pencampur sangat kuat akan menimbulkan kontraksi tetani
yang terus-menerus 2-3 menit, paling kuat terjadi pada orang muda sehat,
— pada anak-anak tidak terlalu terasa—— kemudian kadar gula darah akan
turun sampai tingkat yang rendah. Dan kemudian setelah 3-4 hari makan
terakhir muncul sensasi sakit berupa perih karena lapar.
Gejala Klinis M
Gejala Klinis dari Marasmus
Gejala Klinis Kurang Energi Protein (KEP) dari marasmus adalah
- Wajah seperti orang tua
- Cengen dan Rewel
- Sering disertai: peny. infeksi (diare, umumnya kronis berulang, TBC)
- Tampak sangat kurus (tulang terbungkus kulit)
- Kulit keriput, jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada (~pakai celana longgar-baggy pants)
- Perut cekung
- Iga gambang
Gejala Klinis Kwashiorkor
Gejala Klinis Kurang Energi Protein (KEP) dari kwashiorkor adalah
- Rambut tipis, merah spt warna
- Edema (pd kedua punggung kaki, bisa seluruh tubuh)
- rambut jagung, mudah dicabut tanpa rasa sakit, rontok
- Kelainan kulit (dermatosis)
- Wajah membulat dan sembab
- Pandangan mata sayu
- Pembesaran hati
- Sering disertai: peny. infeksi akut, diare, ISPA dll
- Apatis & rewel
- Otot mengecil (hipotrofi),
Gejala Klinis Marasmus-Kwashiorkor
Gejala Klinis Kurang Energi Protein (KEP) dari Marasmus-kwashiorkor pada dasarnya adalah campuran dari gejala marasmus dan kwashiorkor, cirri khas yang dapat terlihat secara klinis yakni :
- Beberapa gejala klinik marasmus, terlihat sangat buruk dalam hal Berat Badan (BB/U) berada dibawah < -3 SD dan bila di konfirmasi dengan BB/TB dikategorikan sangat kurus: BB/TB < – 3 SD).
- Kwashiorkorm secara klinis terlihat disertai edema yang tidak mencolok pada kedua punggung kaki
arasmus-Kwashiorkor
Gejala Klinis Kurang Energi Protein (KEP) dari Marasmus-kwashiorkor pada dasarnya adalah campuran dari gejala marasmus dan kwashiorkor, cirri khas yang dapat terlihat secara klinis yakni :
- Beberapa gejala klinik marasmus, terlihat sangat buruk dalam hal Berat Badan (BB/U) berada dibawah < -3 SD dan bila di konfirmasi dengan BB/TB dikategorikan sangat kurus: BB/TB < – 3 SD).
- Kwashiorkorm secara klinis terlihat disertai edema yang tidak mencolok pada kedua punggung kaki
Anak-anak gizi buruk dengan tanda-tanda klinis ini dapat di deteksi keKurangan Energi Proteinnya melalui
- Penimbangan bulanan di Posyandu termasuk upaya-upaya kejar timbangnya
- Surveilens gizi/KLB Gizi Buruk
- Manajemen Terpadu Balita Sakit
- Poliklinik KIA/Tumbuh Kembang
Tidak jarang hasil deteksi Gizi Buruk
pada anak dikarenakan telah terjadi gagal pertumbuhan yang penyebabnya
hanya karena kurang perhatian dan pedulinya orang tua terhadap
tumbuh-kembang sang anak. Dari hasil penelitian ahli tumbuh kembang
anak, ada empat alasan mengapa terjadi gagal pertumbuhan yaitu
- Bayi tidak cukup mendapat makanan, khususnya makanan pendamping
- Anak-anak memerlukan kata-kata lembut dan sentuhan-sentuhan penuh kasih sayang yang dapat merangsang peningkatan hormon pertumbuhan dan daya tahan tubuh.
- Bayi bertambah aktif ketika mulai belajar berjalan. Kebutuhan makanan perlu ditambah, namun banyak ibu tidak memberikan tambahan. Output tidak sesuai dengan input
- Penyakit dan infeksi mempengaruhi penggunaan zat gizi dalam makanan. Selain itu juga menyebabkan nafsu makan berkurang sehingga zat makanan yang masuk dalam tubuh sedikit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar